Istri Cantik, Suami Tampan?

07/06/2010 (23:16) | 210 klik

Penulis:adit-nya niez

Kategori:Ruang Keluarga

Komentar:2 Komentar




Setiap saat, kita diajak untuk takjub dan menyibukkan hati serta pikiran dengan kecantikan orang lain, sementara di rumah para istri lupa berhias. Mereka berhias hanya ketika keluar rumah atau ke rumah teman nun jauh di sana. Alhasil, rumput di halaman tetangga selalu tampak lebih hijau. Akhirnya tak sanggup kita bicara pada istri kita, “Biarlah engkau yang tercantik di hatiku,”

Itulah petikan kalimat yang baru saja saya baca dari sebuah buku karangan Muhammad Fauzil Adhim. Dalam tulisannya, beliau menekankan tentang rentetan masalah yang biasa muncul ketika kita terlalu sibuk dengan keelokan paras orang lain. Inilah yang banyak terjadi saat ini menurutnya.

Sekilas, mungkin petikan kalimat tersebut lebih terkesan “menegur” para istri. Dan dalam teks aslinya sendiri, kalimat tersebut memang berada pada paragraf yang membicarakan tentang kebiasaan para istri. Namun, buat saya, kalimat tersebut juga dapat dimaknai sebagai sentilan kepada para suami untuk menjaga pandangan dan hatinya.

Ah, tidak perlu panjang lebar. Saya cuma ingin berbagi soal petikan kalimat tersebut. Insya Allah bisa menjadi pengingat untuk saya dan juga istri. Suami, orang yang paling berhak melihat eloknya sang istri ketika ia berhias. Istri, juga berhak mendapatkan hal yang sama dari suaminya, seperti sang istri melakukannya untuk suami, karena Allah dan suaminya.

Istri cantik, suami tampan? Wajar lah…

Sebelum:Menanti Buah Hati…
Sesudah:Yang Harus Terkatakan…

Manage Blog

  1. Beranda
  2. Login